Rabu, 13 Februari 2013

Herbisida


Herbisida terdiri dari 2 kata yakni herbi (herb) yang berarti tanaman atau tumbuhan dan sida (cide) yang berarti asam atau racun. Sehingga secara bahasa herbisida dapat diartikan sebagai racun tanaman. Secara istilah, herbisida adalah suatu senyawa kimia baik senyawa oganik maupun anorganik yang dapat digunakan untuk mengendalikan atau menekan pertumbuhan gulma. 


Penggunaan herbisida dalam mengendalikan gulma memberikan banyak sekali keuntungan yang diantaranya adalah waktu pengendalian yang relatif lebih singkat, cakupannya lebih luas, kebutuhan tenaga kerja relatif sedikit, secara teknis mudah dilakukan, dan dapat dilakukan pada saat metode lain sulit dilakukan.

Selain keuntungan tersebut herbisida juga memberikan kerugian baik itu bagi petani, budidaya, maupun lingkungan hidup. Kerugian yang dimaksud antara lain adalah residual effect dan pencemaran linkungan, penumpukan biologis, jasad bukan sasaran ikut terbunuh, dan memerlukan pemahaman dan keterampilan yang lebih dalam.

Penggolongan Herbisida
Herbisida dapat digolongkan berdasarkan beberapa faktor yang diantaranya selektivitas, waktu aplikasi, dan formulasinya.

Berdasarkan seletivitasnya, herbisida dibagi menjadi 2 kelompok yakni;
Herbisida selektif (spektrum sempit) adalah herbisida hanya mampu mematikan gulma dari golongan atau jenis tertentu saja.
Herbisida non-selektif (spektrum luas atau broad spectrum atau general weed killer) adalah herbisida yang mampu mematikan gulma hampir untuk semua golongan atau jenis.

Berdasarkan waktu aplikasinya, herbisida dibagi menjadi 4 kelompok yakni;
Sebelum tanam (pre-planting) adalah perlakuan herbisida sebelum tanaman pokok ditanam dan gulma sudah tumbuh, jadi areal hanya ditumbuhi gulma.
Sebelum tumbuh atau pra tumbuh (pre-emergence) adalah perlakuan herbisida saat gulma belum tumbuh dan tanaman pokok sudah ditanam atau setelah pengolahan tanah, jadi gulma belum tumbuh karena tanah diolah.
Setelah tumbuh atau pasca tumbuh (post-emergence) adalah perlakuan herbisida setelah tanaman pokok sudah tumbuh dan gulma sudah tumbuh, di sekitar tanaman pokok didominasi gulma dengan intensitas dan frekuensi tertentu.
Setelah tanam atau pasca tanam (post-planting)  adalah perlakuan herbisida setelah tanaman pokok sudah tumbuh dan gulma belum tumbuh, jadi sebelum terjadi penngkatan dominasi gulma di areal.

Formulasi sangat mempengaruhi penetrasi dan absorbsi herbisida. Formulasi sangat dipengaruhi oleh alat aplikasi, tempat aplikasi,  dan cara aplikasi. Formulasi erat hubungannya dengan penyebaran herbisida pada permukaan gulma. Formulasi sangat mempengaruhi solubilitas, penguapan, dan berhubungan erat dengan gravitasi. 

Berdasarkan formulasinya, herbisida dibedakan menjadi 5 jenis, yakni:
Granular (G); herbisida berbentuk butiran, terdiri dari bahan aktif dan pembawa (carrier). Carrier dapat berupa tanah lempung dari jenis bentonite, illite, attapuglite,  vermiculate, gypsum, pasir, dan limestone. Hebisida ini mudah saat aplikasi tetapi sangat tergantung kelembaban tanah atau kadar air tanah dan sangat efektif untuk lahan tergenang atau berair dan pada daerah perakaran.
Soluble salt (SS); adalah formulasi herbisida bentuk garam yang mudah larut dalam air tanpa bantuan bahan lain dan mudah tercuci.
Emulsiable concentrate (EC); adalah formulasi herbisida bentuk emlulsi dan sebagian besar merupakan hebisida organik yang dicampur dengan bahan emulsi untuk menciptakan emulsi air dan minyak ketika ditambah air. Emulsi adalah suatu cairan yang tersebar di dalam air atau cairan lainnya, tetapi masing-masing zat masih mempertahankan atau memperlihatkan sifat aslinya, sehingga apabila tidak diaduk akan terpisah membentuk lapisan minyak dan lapisan air. Penggunaan EC akan menambah daya penetrasi, menurunkan tegangan permukaan air, serta mengurangi evaporasi.
Wettable powder (WP); adalah formulasi herbisida bentuk bubuk padat yang sangat halus (tepung) yang dapat membentuk suspensi di dalam air. WP dapat dibuat dengan menjenuhkan bahan herbisida teknis pada tepung (kaolin) kemudian ditambah wetting agent sehingga WP merupakan suspensi yang perlu pengadukan agar tidak timbul endapan.  Formulasi WP tepat untuk herbsida yang diberikan melalui tanah.
Wax bars (WB); adalah formulasi herbisida yang berbentuk batangan lilin yang digunakan dengan cara menggeserkan batangan lilin tersebut ke pemukaan daun gulma.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Fakta Asli - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz