Jumat, 15 Februari 2013

Hama Tanaman Perkebunan


Hama Tanaman Perkebunan Hama Tanaman Perkebunan

Hama adalah semua organisme herbivora yang dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan hama produktivitas tanaman menjadi menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya, bahkan tidak jarang terjadi kegagalan panen. Oleh karena itu kehadirannya perlu dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas ambang ekonomik. Dalam kegiatan pengendalian hama, pengenalan terhadap jenis-jenis hama (nama umum, siklus hidup, dan karakteristik) serta gejala kerusakan tanaman menjadi sangat penting agar tidak melakukan kesalahan dalam mengambil langkah/tindakan pengendalian.

Tindakan pengendalian mempunyai peranan penting dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam usaha budidaya tanaman. Dalam melaksanakan pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemerintah telah mengaturnya dalam UU NO. 12 tahun 1992 pada pasal 20 ditetapkan bahwa perlindungan tanaman ditetapkan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Metode pengendalian hama menurut konsep PHT adalah memadukan semua metode pengendalian sedemikian rupa, termasuk didalamnya pengendalian secara fisik, mekanik, bercocok tanam, biologi, dan kimiawi sebagai alternatif terakhir, untuk menurunkan dan mempertahankan populasi organisme pengganggu tanaman dibawah batas ambang ekonomik.

Sebelum konsep PHT muncul, ada anggapan bahwa pengendalian hama yang efektif adalah dengan penyeemprotan pestisida. Sampai saat ini masih banyak petani atau masyarakat pada umumnya yang mengartikan pengendalian hama sama dengan penggunaan pestisida. Apabila diketahui tanaman yang diusahakan rusak atau pada tanaman terdapat kerumunan serangga tanpa memperhatikan apakah serangga tersebut serangga yang merugikan atau bermanfaat, maka petani akan langsung mencari pestisida untuk disemprotkan pada tanaman. Sehubungan dengan adanya dampak negatif penggunaan pestisida, maka pestisida digunakan secara bijaksana menurut konsep PHT. Menurut konsep PHT, pestisida digunakan hanya bila pengendalian dengan cara lain tidak dapat menurunkan populasi hama dan kerusakan tanaman. Jadi pengendalian kimiawi dijadikan alternatif terakhir.

1 komentar:

Personal GPS Traking mengatakan...

Dear Bpk/Ibu Pinpinan,

Perkenankan kami www.dutabintara.com, menawarkan peluang untuk kerjasama/memasarkan produk alat pertanian.

Didukung dengan perkembangan konsumen Indonesia yang semakin menuju kearah back to nature atau menggunakan/mengkonsumsi produk yang alami atau organik semakin meningkat. Pangan adalah porsi terbesar yang saat ini sedang bermunculan produsen dan supplier dalam menawarkan produk berbasis Organik.

Untuk dapat menyediakan produk organik, banyak aspek yang perlu dirubah yang tentunya berbasis alami/organic, misalnya: penggunaan pupuk, maupun dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman yang non kimia.

Dalam rangka mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan tersebut, kami menawarkan kepada Bapak/Ibu untuk dapat bekerjasama dalam mendistribusikan salah satu produk perangkap hama bertenaga surya (Solar Trap). Produsen atau petani dapat menggunakan teknologi ini untuk menanggulangi hama tanaman. Silahkan cek info nya di site berikut :http://www.dutabintara.com/?page=pt_produk&produk=28197

Hubungi kami bila tertarik untuk memasarkan produk ini.

Terimakasih.
Sidik
08121234966
Email:sidik27@gmail.com
Pin BB : 2276E32F

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Fakta Asli - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz