Kamis, 14 Februari 2013

Fase Pertumbuhan Generatif Tanaman Kopi



(1) Pembentukan Primordia Bunga.
Pembentukan primordia bunga dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Fotoperiodisitas; tanaman kopi termasuk tanaman hari pendek yaitu tanaman ini akan membentuk primordia bunga bila hari siang lebih pendek dari malam.
  2. Intensitas cahaya; primordia bunga terbentuk bila intensitas cahaya matahari tinggi.  Pada cabang-cabang yang terlindung sehingga sinar matahari tidak dapat masuk, maka cabang tersebut tidak banyak menghasilkan bunga bahkan akan terdorong untuk mengadakan pertumbuhan generatif.
  3. Temperatur; pengaruh temperatur terhadap pembentukan primordia bunga terjadi bila temperatur meningkat sampai 30o C pada siang hari dan 23o C pada malam hari maka akan banyak primordia bunga yang terbentuk.
  4. Kandungan air; pembentukan primordia bunga terjadi bila kandungan air tanaman rendah.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas maka saat pembentukan primordia bunga dimulai sejak akhir musim hujan dan awal musim kemarau.  Setelah musim kemarau berjalan kira-kira dua bulan primordia bunga tidak terbentuk lagi.

Pada cabang berumur satu tahun primordia bunga terbentuk pertama pada ruas yang paling tua lalu menuju ke ujung, tetapi pada cabang yang berumur dua tahun primordia bunga terbentuk pada pertengahan cabang kemudian menggeser ke arah ujung dan pangkal.

Untuk merangsang pembentukan primordia bunga dilakukan usaha untuk memasukkan sinar matahari ke dalam tanaman kopi antara lain dengan pemangkasan tanaman kopi dan pemangkasan naungan. Kuncup bunga yang telah mencapai panjang 10—12 mm maka pertumbuhannya akan terhenti dan memasuki stadium istirahat tetapi bunga masih kuncup, berwarna hijau, berbentuk seperti lilin, sehingga disebut “stadia lilin hijau”.

(2) Pembungaan (florasi)
Supaya kuncup bunga kopi dapat mekar maka stadia istirahat bunga harus dipatahkan, yang mana dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:
  1. Hujan; kuncup bunga kopi pada stadia dorman akan mekar bila pada pertengahan musim kemarau mendapat hujan kiriman.  Setelah mendapat hujan sekitar 7—10 hari maka bunga akan mekar.
  2. Adanya musim kering sebelumnya; tanaman kopi menghendaki adanya musim kemarau selama 3 bulan dan pada musim kemarau tersebut masih terdapat kiriman hujan untuk memekarkan bunga.  Apabila pada satu tahun tidak ada musim kemarau yang jelas, maka primordia bunga kopi yang telah terbentuk gagal mekar bahkan tumbuh ke arah vegetatif menjadi bunga “kuping lowo” yaitu bunga yang tetap berwarna hijau, tidak mau mekar, bahkan tumbuh daun seperti telinga kelelawar.
  3. Temperatur; mekarnya bunga kopi juga dipengaruhi oleh adanya perubahan temperatur, dari temperatur tinggi ke temperatur rendah.  Bunga-bunga kopi tersebut akan mekar kira-kira 13 hari kemudian.  Apabila temperatur tetap tinggi, hanya beberapa bunga yang dapat mekar, atau sama sekali tidak dapat mekar dan tumbuh menjadi bunga bintang.
  4. Zat penumbuh; untuk mematahkan dormansi pada bunga kopi dapat pula digunakan zat penumbuh (hormon), yaitu digunakan pasta Lanolin (yang mengandung 1% Gibberellic Acid) dan dalam waktu 10 hari bunga akan mekar.
(3) Penyerbukan
Mekarnya bunga kopi terjadi pada pukul 4.00 sampai 6.00 pagi hari, berturut-turut selama 3 hari.  Bila cuaca mendukung, maka penyerbukan akan terjadi 10 jam kemudian.  Penyerbukan dilakukan oleh angin dan sedikit dilakukan oleh serangga.  Oleh sebab itu agar penyerbukan terjadi dengan sempurna diperlukan cuaca yang cerah selama 24 jam setelah florasi.

(4) Pembuahan
Buah kopi terbentuk setelah terjadi pembuahan.  Untuk pembuahan kopi mula-mula tidak dikehendaki adanya hujan lebat, yang dikehendaki cuaca kering selama 1—2 minggu, kemudian disusul adanya hujan yang teratur. Cara pemangkasan tanaman kopi bermacam-macam, tetapi pada dasarnya hanya dibedakan menjadi dua macam cara, yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda.  Pada kedua cara ini dilakukan pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan rejuvinasi.

Untuk menentukan cara pemangkasan mana yang akan dipakai haruslah ada suatu kebijakan yang didasarkan pada pertimbangan teknis budidaya, ekonomis, dan sosial.  Cara pemangkasan mana yang lebih baik sangat dipengaruhi oleh kondisi ekologis dan jenis kopi yang ditanam.  Pada pemangkasan berbatang tunggal lebih sesuai untuk jenis-jenis kopi yang banyak membentuk cabang-cabang sekunder (misalnya kopi Arabika) karena pemangkasan berbatang tunggal lebih banyak diarahkan pada pengaturan peremajaan cabang.

Pemangkasan berbatang ganda lebih diarahkan pada peremajaan batang.  Pemangkasan berbatang ganda lebih sesuai bagi daerah-daerah yang basah yang letaknya rendah, dimana pertumbuhan batang-batang baru berjalan lebih cepat.  Sebaliknya, pemangkasan berbatang ganda kurang sesuai untuk tanaman-tanaman tua yang telah lemah daya regenerasinya. Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman kopi yang masih muda, baik dari semaian, sambungan ataupun dari rejuvinasi, dengan tujuan untuk membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang.  Dalam hal ini tanaman kopi muda belum produktif, pertumbuhannya diarahkan untuk membentuk suatu kerangka mahkota pohon sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Pemangkasan produksi umumnya dilakukan pada tanaman yang telah produktif dengan tujuan untuk mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah diperoleh melalui pemangkasan bentuk.

Pemangkasan rejuvinasi dilaksanakan pada tanaman kopi yang pada umum-nya telah tua dan kurang produktif lagi dengan tujuan untuk dipermuda sehingga dapat lebih berproduktif.

Pada sistem pemangkasan berbatang ganda pemangkasan produksi adalah sekaligus merupakan pemangkasan rejuvinasi sebab dalam melaksanakan tindakan pemangkasan produksi selalu diusahakan meremajakan batang kopi.

Di Indonesia, perkebunan-perkebunan besar pada umumnya menggunakan cara pemangkasan berbatang tunggal.  Sedangkan pada perkebunan rakyat umum-nya melakukan pemangkasan berbatang ganda.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Fakta Asli - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz